de'javu 500yrs ago

  https://app.box.com/s/vlfjekmpdk5x9johkecm5uclhivcy65c

Tampa batas waktu

Embun pagi masih belum hilang dan bintang masih temaran meski diufuk timur mentari mulai tersenyum, pasar sudah ramal pedagang dan pembeli sudah lalu lalang, diujung pasar tampak seorang kusir gerobak sibuk menambatkan sapi-sapinya…”semoga sang yang widi mengasihani aku, dan sayur mayurku laris, ..dan bapa akan senang karena aku bisa membelikannya obat tabib terkenal dikota ini…” gumannya sambil tersenyum. kota kecil ini, moe tie lan memang kesohor para tabibnya, segala macam obat, mulai dari kebeset pedang kala perang, dicakot ula bahkan kulit yang tercabik macan tersedia obatnya. komandan –komandan tentara keratonpun membeli obat di kota ini untuk logistik perang.

“ hai, kenapa melamum, masih ingat aku kah?” tiba-tiba seorang perempuan muda menyapanya, ia terperanggah, seperti tersengat haliintar, dan ia mengedip-ngedipkan matanya, seolah tak percaya siapa perempuan itu

“hai kisanak..aku mandari..temanmu di padepokan jallesveva jaya mahe, murid bapa Lesangli !!!” kata perempuan itu menegaskan dirinya…sambil tersenyum mendekatinya.

“oooaaalaahhh gusti, engkau rupanya….apa kabarmu, kau tampak seperti perwira samudra maha patih…….” sebelum ia menyelesaikan kata-katanya….tangan mulus perempuan itu ..sudaj menutup mulutnya.

“sudahlah..kang, …aku sangat bahagia menjumpaimu kembali” rasa bahagia dan haru perempuan itu menyebakan matanya berkaca-kaca dipenuhi air mata.

“yahh.,sudah sepuluh purnama kita tak bertemu” katanya sambil menundukan kepalanya ketanah..mengenang masa-masa yang telah diterkam waktu…keduanya lulusan padepokan jalesveva jaya mahe, padepokan di java wetan di kota giri resik, yang mencepat empu-empu terbaik pembuat jung-jung ageng, dan mereka pernah beberapa kali dalam satu muhibah samudra di bawah komando maha patih gajah mada. pria itu semula adalah komandan telik sandi, paha kakinya telah cacat tertembus panah mesiu armada siam di semenanjung malaka dan ia mengundurkan diri pulang ke desa merawat bapaknya yang sudah tua dan mulai sakit-saitan, sedang perempuan itu adalah perwira logistik angkatan perang majapahit berpangkan laksamana. peperang samudra..paling pelik dan paling banyak menelan korban, di darat mungkin bisa lari masuk hutan atau sembunyi di gua-gua, di laut hanya menyellam jalan satu-satunya menghindar agar tidak tertembus panah mesiu, .pertemuan kali ini ..tak terduga dan terjadi atas ..tentu kehendak sang hyang widi….dan kelak bertemu lagi…?????

 

gerimis mengundang dewi yul


tidak harus memiliki - st12

Orpheus
 
Song4U