Carbon Capture and Storage

Apa yang dimaksud dengan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon?
(Carbon Capture and Storage, CCS ) ?


CCS adalah salah satu cara mengurangi emisi karbon, yang dapat menjadi kunci untuk membantu mengatasi pemanasan global. Prosesnya terdiri dari tiga langkah, yang meliputi: menangkap karbon dioksida yang dihasilkan oleh pembangkit listrik atau aktivitas industri, seperti pembuatan baja atau semen; mengangkutnya; dan kemudian menyimpannya jauh di bawah tanah. Di sini kita melihat potensi manfaat CCS dan cara kerjanya.

Apa itu CCS?

CCS melibatkan penangkapan emisi karbon dioksida (CO2) dari proses industri, seperti produksi baja dan semen, atau dari pembakaran bahan bakar fosil dalam pembangkit listrik. Karbon ini kemudian diangkut dari tempat produksinya, melalui kapal atau pipa, dan disimpan jauh di bawah tanah dalam formasi geologi.

Bagaimana CCS dapat membantu mencegah pemanasan global?

Panel Antar-Pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyoroti bahwa, jika kita ingin mencapai ambisi Perjanjian Paris dan membatasi kenaikan suhu di masa depan hingga 1,5°C (2,7°F), kita harus melakukan lebih dari sekadar meningkatkan upaya untuk mengurangi emisi – kita juga perlu menerapkan teknologi untuk menghilangkan karbon dari atmosfer. CCS adalah salah satu teknologi tersebut dan oleh karena itu dapat memainkan peran penting dalam mengatasi pemanasan global.

Bagaimana sebenarnya cara kerja CCS?

Ada tiga langkah dalam proses CCS

1.      Menangkap karbon dioksida untuk disimpan.

CO2 dipisahkan dari gas lain yang dihasilkan dalam proses industri, seperti yang dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dan gas alam, atau pabrik baja atau semen.

2.      Transportasi

CO2 kemudian dikompresi dan diangkut melalui pipa, transportasi jalan raya atau kapal ke lokasi penyimpanan.

3.      Penyimpanan Terakhir

CO2 disuntikkan ke dalam formasi batuan jauh di bawah tanah untuk penyimpanan permanen.

Di mana emisi karbon disimpan di CCS?

Kemungkinan lokasi penyimpanan emisi karbon mencakup akuifer garam atau reservoir minyak dan gas yang sudah habis, yang biasanya berada pada kedalaman 0,62 mil (1 km) atau lebih di bawah tanah.

Sebagai contoh, lokasi penyimpanan untuk proyek Zero Carbon Humber di Inggris adalah akuifer garam bernama ‘Endurance’, yang terletak di bagian selatan Laut Utara, sekitar 90 km lepas pantai. Daya tahannya berada sekitar 1 mil (1,6 km) di bawah dasar laut dan berpotensi menyimpan CO2 dalam jumlah yang sangat besar. Demikian pula, di AS terdapat beberapa lokasi karbon berskala besar seperti Proyek Citronelle di Alabama. Tempat penyuntikan reservoir garam ini memiliki kedalaman sekitar 1,8 mil (2,9 km).

Apa itu Penangkapan, Pemanfaatan dan Penyimpanan Karbon (CCUS)?

Apa perbedaan antara CCUS dan CCS?

Selain CCS, ada konsep terkait, CCUS, yang merupakan singkatan dari Carbon Capture Utilization (atau terkadang disebut ‘penggunaan’) dan Penyimpanan. Idenya adalah, alih-alih menyimpan karbon, karbon dapat digunakan kembali dalam proses industri dengan mengubahnya menjadi, misalnya plastik, beton, atau biofuel.

Apakah menyimpan karbon sebagai bagian dari CCS aman?

Menurut badan industri Global CCS Institute, CCS adalah ‘teknologi terbukti yang telah beroperasi dengan aman selama lebih dari 45 tahun’. Ia menambahkan bahwa semua komponen CCS adalah teknologi yang telah terbukti dan telah digunakan selama beberapa dekade dalam skala komersial.

 Di mana CCS sudah digunakan dan apa yang sedang dikembangkan?

Menurut laporan Global CCS Institute pada tahun 2022, terdapat 194 fasilitas CCS berskala besar secara global pada akhir tahun – dibandingkan dengan 51 fasilitas pada tahun 2019 – 61 di antaranya merupakan fasilitas CCS baru yang ditambahkan ke dalam alur proyek pada tahun 2022. 30 dari proyek ini sedang beroperasi, 11 sedang dibangun dan sisanya dalam berbagai tahap pengembangan. Dari total jumlah proyek, 94 proyek berada di Amerika (80 di AS), 73 di Eropa (27 di Inggris), 21 di Asia-Pasifik, dan 6 di Timur Tengah. Kapasitas penangkapan CO2 di seluruh fasilitas CCS yang sedang dikembangkan tumbuh menjadi 244 juta ton per tahun pada tahun 2022 – peningkatan yang mengesankan sebesar 44% sepanjang tahun.

 Di mana fasilitas CCS pertama?

CCS telah beroperasi sejak tahun 1972 di AS, di mana beberapa pabrik gas alam di Texas telah menangkap dan menyimpan lebih dari 200 juta ton CO2 di bawah tanah.

 

CCS in Indonesia
The 2nd Indonesia-Japan CCUS Symposium Presentation Files
Others